Tuesday, September 14, 2010

New Begining

Salju menarik napas lega begitu pesawat yang di tumpanginya berhasil mendarat dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta. Itu berarti ia sudah sampai di kota kelahirannya – Jakarta. Salju tersenyum senang. Ini adalah liburan pertamanya setelah hampir dua tahun ia tidak kembali ke Indonesia. Kuliah di luar negeri rupanya tidak seenak yang Salju kira sebelumnya. Kalau tidak benar-benar fasih berbahasa inggris, ia tidak akan pernah sampai di University of Cambridge – England. Yap! Universitas terbaik di Inggris. Dan ia berhasil melewati dua tahun di sana tanpa pernah mendapatkan nilai yang rendah.
Kepulangannya kini karena undangan papa yang khusus meminta dirinya pulang ke Indonesia untuk merayakan hari ulang tahunnya yang jatuh tepat dua bulan yang akan datang. Dan tahun ini ia tidak perlu merayakan hari ulang tahunnya sendirian di kota Cambridge. Ia bisa merayakan ulang tahunnya seperti dulu lagi, bersama papa tercinta. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk merasakan kebahagiannya dua bulan ke depan.
Suara pramugari terdengar jelas dari Microphone bahwa pesawat sudah benar-benar memarkirkan tubuhnya dan para penumpang di persilahkan untuk turun. Kebahagiaan Salju membuncah begitu ia merasakan hawa panas dan terik matahari yang benar-benar menyengat di kulitnya yang putih. Ia membersihkan lensa kacamatanya yang buram. Dengan langkah tergesa-gesa, Salju mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai di tempat pengambilan barang.
Salju tidak melihat sekeliling dan sibuk membersihkan kacamatanya sampai-sampai ia terpeleset air pel di depannya. Ia hampir jatuh kalau tidak ada tangan yang menariknya kuat.
Auch!” protes Salju ketika tangan itu dengan kuat menariknya untuk kembali berdiri tegak. Kacamata yang di pegangnya jatuh dan retak di bagian kiri atas. Beberapa orang melihat Salju heran. Petugas kebersihan yang tidak melihat Salju terpeleset lalu di tegur oleh petugas kebersihan lainnya. Petugas itu meminta maaf pada Salju yang di sambut dengan anggukan pelan darinya.
Salju menatap kacamatanya terkejut. “Oh.. No! My glasses!”. Ia meratapi kacamatanya yang retak dan mendongak melihat siapa yang menolongnya. Salju melihat sosok laki-laki tinggi, putih, tegap dan... tampan. Laki-laki itu jelas bukan orang Indonesia. Bentuk tubuh yang atletis dan muka barat terlukis jelas di wajahnya. Tapi dengan segera Salju memalingkan tatapannya ke arah lain. Ia tidak mau tertangkap basah sedang memerhatikan laki-laki itu.
Are you okay miss?” tanya laki-laki itu.
Yeah.. i’m fine.” Kata Salju sambil tersenyum. Laki-laki itu membalas senyuman Salju sekilas dan memindahkan pandangannya ke tangan Salju.
How about your glasses?”
“Just a bit crack here.. not a big deal.” kata Salju sambil menunjuk bagian kiri kacamatanya yang retak. Laki-laki itu tersenyum maklum.
So...”
“Thank’s for your help.” Kata Salju tak enak hati karena lupa berterima kasih.
“My pleasure miss..” dan laki-laki itu bergegas pergi meninggalkan Salju.
Salju menatap punggung laki-laki itu menghilang di kerumunan orang dan ia melanjutkan perjalanannya menuju tempat pengambilan barang.
Jakarta.. I’m comming! Batin Salju bersemangat dan segera melupakan retakan di kacamatanya.
***
By: Elisabeth Vonessa




No comments:

Post a Comment